Minggu, 24 April 2016 0 komentar

20 April

Sepulang dari kegiatan akademik sekaligus amanah prioritas dari orang tua, aku bergegas menuju Mesjid Salman, tempat yang selalu berhasil membuatku rindu bila seminggu saja tak mengunjunginya. Dengan keadaan handphone mati, "bagaimana aku bisa menghubungi mereka?" gumam ku.
Dari ujung mata, aku melihat perawakan orang yg aku kenal, aku segera memfokuskan pandanganku, ah benar itu dia Aisyah. Ketika Aisyah sadar dengan kedatanganku kita saling melepas senyum dan berebut genggaman untuk mengucapkan salam terlebih dahulu. "Assalamu'alaykum" ucap kita bersamaan, lalu "wa'alaykumussalam" ucap kita bersamaan--lagi. "Syah, sasa mana? Kamu ko di grup bilang ga bisa rapat?" tanyaku. "Sasa msh di kampus, katanya bentar lagi mau kesini. Hmm aku ada ngajar ngaji" sahutnya dengan senyum merekah. "Waaaa, masyaa Allah!!" antusiasku. Jujur, aku ingin mencurahkan banyak banyak doa baik untuknya, semoga Allah menyayanginya. (Tolong aamiin-kan yaa)
Seperti biasanya, aku dibantu Aisyah juga Sasa mengambil teh gratis untuk menemani rapat kami dan membeli sedikit camilan. Setelah kita merasa cukup, kita masuk ke dalam sekre, namun sayang belum ada Ahmad disana. Namun Faris, dan satu lagi aku lupa namanya sudah duduk manis(mungkin menunggu Ahmad). Aisyah langsung pulang karena ada jadwal mengajar ngaji, aku hanya berdua dengan Sasa, "bi, aku chat di grup ya tp bilang nama kamu" "ih kamu" (sent) Ku lihat di layar handphone sudah terkirim "kita udah di depan sekre, tp ga berani masuk ada ikhwan he he -Arimbi-" lalu dibawahnya "ikhwan bantuin" kata Ahmad walaupun aku kurang paham maksudnya, hehehehe
Tak berselang lama, Ahmad datang dengan satu gelas teh khas salman di tangannya. Lalu dia membantu aku dan Sasa membawa teh-teh yang lainnya. Sesampainya di tempat rapat, kami memulainya dengan pembukaan khas majelis, tilawah dan sesi sharing. Entah kenapa, semua materi yang Ahmad bawakan hari ini sangat-sangat menyentuh. Ketika sharing Ahmad menyampaikan "Allah akan menolong hamba-Nya yang menolong agama-Nya. Teman-teman...," lirihnya, "Kita tau kelompok inipun ditujukan untuk akhirat, tapi ingatkan saya kalau saya mulai menunjukan gelagat yg salah, ketika langkah saya jauh dari tujuan utama, jujur yang paling saya takutkan adalah ketika kegiatan mulai memadat dan interaksi kita tidak sesuai dengan apa yang kita sudah tau, ya mungkin kalian juga tahu apa saja batasan ikhwan dan akhwat. Tolong ingatkan saya..."
Aku segera ghadul bashar, yaaa, ghadul bashar. Aku memalingkan pandanganku, lalu aku berusaha menepis semua perasaan yang tibatiba mengganggu dalam hati. Lalu pembahasan terus berlanjut, sampai akhirnya pembahasan tentang hafidz "liat anak-anak Palestine pada dibunuh karena Israel takut, Al Quran sudah ada di hati mereka, mereka aja dengan keadaan seperti itu masih bisa menjadi penghafal Al Quran, lalu bagaimana dengan kita? Apa hujjah kita dihadapan Allah?.." entah aku saja yang mendengar atau yang lainpun merasakan hal yang sama tapi yang jelas aku merasa suaranya memberat dan sedikit bergetar, dia menahan tangis. Rab, pertemukan aku dengan teman yang sholehah dan sholeh seperti mereka :')
0 komentar

Ahhh, mungkin ini hikmahnya!

Bismillaah
Rasanya waktu berputar begitu cepat. Jika diibaratkan, mungkin ini air panas yang berubah menjadi uap, tak terasa prosesnya, yang pasti telah berubah, telah berlalu. Lantas aku ingat, waktu tidak bisa dipersingkat, namun bisa untuk disia-siakan. Astagfirullaah. Masih hangat diingatan ku ketika hari pengumuman SBMPTN, rasanya mengingat hari itu membuat aku berpikir akan sesuatu. Begitu sedihnya saat itu, lalu aku melakukan segala hal yang sekiranya bisa menenangkan hati, "Ya Allah, kalau ini memang yang terbaik untukku, aku terima, aku mohon teguhkanlah hatiku, dan jadikanlah aku orang yang sabar,"setidaknya itu adalah salah satu penenang. Aku percaya Allah punya rencana yang lebih baik, I do believe there's time for anything. Akhirnya aku memutuskan menunda untuk tidak kuliah di tahun 2015 dan kembali mengikuti tes di tahun 2016.
Menunda? Setahun? Ngapain aja?
Tentu bagi ku ini tidak mudah, apalagi di bulan-bulan awal aku merasakan setiap hari hanya bertambah tua saja, tanpa ada perbaikan dari diri. Untungnyaa masih ada teman yang baik, aku samarkan yaa, namanya adalah Fatimah. Ia mengajak ku mengikuti salah satu unit di Salman ITB, Mata', yaa, Majelis Ta'lim.
Hari pertama itu ta'aruf dengan anggota Mata', aku berusaha mengingat namanya satu-satu. Agenda rutin Mata' itu diadakan di hari sabtu bada dzuhur. Sungguh, aku bahagia. Aku bisa berkenalan dengan banyak orang yang sholehah, jadi teringat perkataaImam Hasan al-Bashri,

استكثروا من الأصدقاء المؤمنين فإن لهم شفاعة يوم القيامة
”Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari kiamat.”
Aku berharap kami akan dipertemukan di surga-Nya. Ahhh, mungkin ini hikmahnya.
Inten, tempat bimbingan belajar yang aku pilih pada akhirnya, mempertemukan aku dengan banyak orang baru yang tentu tidak kalah luar biasanya. Aku akan menyamarkan nama mereka juga, ada Maryam, Firdausy, Humairah dan Jamillah.
Entah apa motivasi awalku mengajak mereka ke sebuah kajian yang pada akhirnya membuat kita rutin mengikuti kajian itu, alhamdulillaah--lagi--.
Lalu lambat laun ada perubahan yang mencolok dari Firdausy dan Humairah, ternyata mereka termotivasi untuk mengenakan kerudung yang syar'i. Mungkin mereka takjub dengan Maryam, dan akhirnya memutuskan untuk berhijrah, lillaah, kaffah, insyaa Allah.
Tentu hidayah itu datang dari Allah, namun mereka berusaha menjemputnya. Hai Firdausy dan Humairah, aku berharap Allah memberi banyak kebaikan untuk kalian. Apakah kalian tahu siapa yang paling sering mengingatkan sholat di awal waktu? Sholar dhuha? Rawatib? Bahkan tahajud? Jawabannya adalah mereka. Yaa, Maryam, Firdausy, Humairah dan Jamillah. Ahhh, mungkin ini hikmahnya.
Setelah 6 bulan berlalu, tibalah ujian semester I Mata', alhamdulillaah aku masih bisa hadir mengikuti tes itu dan mendapat undangan mengikuti DP2Q, namun sayang karena berbentrokkan dengan jadwal Try Out di Inten, akhirnya aku tidak ikut, hmm Inten adalah prioritas utamaku saat ini karena ini amanah orang tua. Semester II pun tiba, aku masih terbiasa dengan agenda-agenda ini, mentoring teh Zsazsa, ikut kajian Abu Takeru, Mata', kumpul FIKA, liqo Ust. Zeno dan ada yang baru nih hehe. Alhamdulillaah-
-lagi-- aku diajak oleh temanku dari Mata' namanya Aisyah untuk ikut menjadi panitia persiapan ramadhan di Salman. Ada kesibukan baru, namun aku sangat menikmatinya dan aku senang.Ahhh, mungkin ini hikmahnya.


يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad:7)

 
;