Mulailah berdamai dengan perasaan. Sakit itu, kamu
yang buat sendiri. Siapa suruh kamu berharap pada makhluk? Lepaskanlah, kelak
dia akan datang dengan cara yang indah. Berkaca dari kejadian beberapa waktu
silam ketika telepon genggam tiba-tiba menghilang dan ditemukan lagi di tempat
yang tak terduga dengan kondisi sim card
sudah dicabut. Namun, percayalah.. Apa yang memang milikmu, Allah akan
kembalikan, dengan cara yang menakjubkan, yang membuatmu selalu tersenyum
membayangkannya, yang membuat sedikit merinding karena
kemustahilan-kemustahilan yang terjadi di depan mata.
Allah bisa membuat segala kemungkinan untukmu. Maka,
bersabarlah. Hal kecilpun jika itu memang ditakdirkan untukmu, ia takkan luput.
Apalagi masalah besar, seperti.. jodoh, rezeki dan lainnya. Jika kamu mulai
merasakan hal yang aneh di dalam hati, pastikan itu bakteri baik merah jambu,
bukan bakteri merah jambu yang membuat kamu menjauh dari Allah terlebih lagi
melakukan zina. Cinta itu fitrah, tapi bukan berarti kita harus terlena. Al-Qur’an
pun mengatakan fitrah manusia itu selalu berkeluh-kesah tapi itu tidak berarti
kita pasrah saja bukan?
“Sungguh, manusia diciptakan
bersifat suka mengeluh.” (Al-Ma’arij:19)
Bujuklah Allah yang memilikinya—teringat kisah Nabi
Yusuf a.s dan Zulaikha—, dekati Allah yang bisa membolak-balik hati manusia.
Tidak usah menunggu yang tidak pasti. Jika ada yang serius denganmu, dia akan
memuliakanmu dengan cara mendatangi ayahmu. Tidak ada solusi bagi dua orang
yang saling mencintai selain menikah. Namun saat ini, itu masih terlalu jauh
untuk ke arah sana. Maka cukup! Berdoalah, jaga pandangan, jangan membuatnya
semakin menjadi-jadi.
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan
berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah)” (Adz-Dzariyat:49)
Bukankah banyak hal yang harus kamu kerjakan? Bukankah
masih banyak masalah yang lebih penting? Bagaimana dengan membantu orang tua?
Menjadi anak yang sholehah? Membaca atau bahkan menghafal Al-Qur’an? Memikirkan
keberlanjutan dakwah untuk adik-adik di SMA? Memikirkan SBM yang hanya 4 bulan
lagi? Atau mungkin hal sederhana seperti membereskan kamar?






0 komentar:
Posting Komentar